Fumigasi memakai gas kimia untuk mematikan hama di dalam kayu. Gas ini seharusnya menghilang setelah proses aerasi (pelepasan gas dari kayu).
Namun, analisis laboratorium untuk pallet menunjukkan bahwa sisa metil bromida masih bisa tertinggal pada kayu yang sudah difumigasi. Itulah kenapa ada laboratorium yang khusus menguji residu ini pada pallet.
Jika aerasi berjalan tuntas dan sesuai prosedur, sisa gasnya bisa ditekan sangat rendah. Masalahnya, eksportir tidak melihat sendiri proses aerasi tersebut, mereka hanya menerima pallet jadi dengan cap IPPC.
Hal ini cukup mengkhawatirkan karena pallet berada sangat dekat dengan produk dan kemasan selama penyimpanan, pengiriman, bongkar muat, bahkan dalam kontainer tertutup berhari-hari.
Oleh karena itu, metode perlakuan pallet juga ikut menentukan keamanan produk.
Residu Fumigasi pada Pallet: Jenis Produk yang Perlu Diwaspadai

1. Makanan dan Minuman
Standar keamanan pangan untuk buyer bisa lebih ketat. Pallet yang sudah memenuhi ISPM 15 belum tentu langsung diterima buyer, apalagi bila proses perlakuannya menggunakan bahan kimia.
Risiko ini mesti diperhatikan karena setiap produk memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, kajian tentang fumigasi bahan pangan menunjukkan bahwa makanan berlemak cenderung menyerap lebih banyak fumigan.
Kajian tersebut memang membahas makanan yang difumigasi secara langsung, bukan pallet. Namun, temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan karakteristik produk saat memilih metode perlakuan pallet.
Pelajari persyaratan pallet untuk pengiriman produk pangan melalui panduan standar pallet ekspor makanan dan standar pallet kayu ekspor produk susu.
2. Farmasi dan produk kesehatan
Industri farmasi bekerja dengan sistem mutu yang ketat. Dalam audit mutu, kontaminasi sekecil apa pun bisa dipertanyakan, termasuk yang berasal dari material pendukung seperti pallet.
Eksportir produk kesehatan harus bisa menjelaskan bahan, perlakuan, dan dokumentasi pallet yang dipakai. Lebih lanjut ada di pallet kayu ekspor obat-obatan dan produk farmasi.
2. Kemasan dan Barang yang Mudah Menyerap Bau
Kertas, karton, tekstil, dan kosmetik mudah menyerap bau dari lingkungan sekitarnya. Pada produk seperti ini, bau yang tidak diinginkan bisa muncul tanpa ada kerusakan yang tampak dan baru ketahuan setelah barang sampai di tangan buyer.
Risiko yang Bisa Muncul bagi Eksportir
Beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi:
1. Bau atau Kontaminasi pada Produk
Produk yang bersentuhan langsung dengan pallet kayu terpapar sisa bahan kimia atau bau dari proses fumigasi. Dampaknya bisa berupa perubahan aroma produk atau temuan saat pemeriksaan kualitas.
2. Penolakan oleh Buyer atau Temuan pada Audit Mutu
Buyer dengan standar mutu tinggi dapat menolak barang atau mencatatnya sebagai temuan audit. Bagi eksportir, temuan semacam ini bisa berdampak pada status sebagai supplier.
3. Biaya Klaim, Penggantian Barang, dan Rusaknya Kepercayaan
Jika barang ditolak, eksportir harus menanggung biaya klaim, penggantian barang, hingga pengiriman ulang.
Kepercayaan buyer yang menurun juga bisa berdampak pada kerja sama jangka panjang. Kerugian tersebut kemungkinan juga jauh lebih besar daripada selisih biaya memilih pallet yang sesuai sejak awal.
Batas residu bahan kimia yang diizinkan tergantung regulasi negara tujuan dan persyaratan buyer. Pastikan batas yang berlaku dengan merujuk langsung pada otoritas terkait dan standar yang ditetapkan buyer.
Kenapa Pallet Heat Treatment Tidak Punya Isu Residu?
Heat treatment (HT) memakai panas, tanpa fumigan atau bahan kimia tambahan. Menurut ISPM 15, inti kayu dipanaskan hingga minimal 56°C dan dipertahankan minimal 30 menit.
Karena tidak ada bahan kimia yang dipakai, tidak ada residu kimia yang perlu dikhawatirkan. Detail prosesnya ada di proses heat treatment.
Pallet HT tetap memenuhi ISPM 15 dan ditandai kode “HT” pada cap IPPC. Cara membaca cap tersebut dijelaskan di arti cap IPPC pada pallet kayu.
Sementara untuk pengiriman produk sensitif, HT layak dijadikan standar default karena menghilangkan satu sumber risiko tanpa mengorbankan kepatuhan karantina.
Apa yang Perlu Ditanyakan ke Supplier Pallet?
Tiga pertanyaan ini bisa langsung dipakai tim QA dan procurement, yaitu:
- Metode perlakuan apa yang dipakai: heat treatment atau fumigasi? Supplier yang transparan akan menjawab tanpa ragu.
- Apakah kode pada cap IPPC sesuai dengan metode yang diklaim? “HT” berarti heat treatment, “MB” berarti metil bromida. Cek langsung pada pallet yang diterima.
- Apakah supplier bisa memberi dokumen perlakuan untuk setiap pengiriman? Dokumen ini penting untuk audit dan telusur mutu.
Untuk Produk Sensitif, Metode Perlakuan Pallet Layak Jadi Kriteria Seleksi
Pallet bersentuhan langsung dengan produk atau kemasannya sehingga pemilihan metode perlakuannya juga memengaruhi keamanan produk selama pengiriman.
Produk makanan, farmasi, dan barang yang mudah menyerap bau memerlukan perhatian khusus.
Heat treatment menjadi alternatif untuk menghindari penggunaan fumigan kimia sekaligus memenuhi standar ISPM 15. Metode ini mengurangi kekhawatiran terkait residu fumigan pada proses pengiriman.
Pastikan pallet sesuai dengan karakteristik produk dan persyaratan buyer melalui konsultasi bersama tim BMR. Informasi lebih lanjut tersedia di halaman palet kayu berstandar ISPM 15.
FAQ
Apakah pallet fumigasi pasti meninggalkan residu?
Tidak selalu. Jika aerasi berjalan tuntas, sisa gasnya bisa sangat rendah. Namun, sisa bahan kimia masih mungkin ada dan eksportir sulit memverifikasinya sendiri.
Produk apa yang paling berisiko terdampak?
Makanan dan minuman, produk farmasi, serta barang yang mudah menyerap bau, seperti kertas, tekstil, dan kosmetik.
Apakah pallet heat treatment aman untuk produk makanan?
Heat treatment tidak memakai bahan kimia sehingga isu residu fumigan tidak relevan. Sementara untuk kebutuhan spesifik, tetap cocokkan dengan standar keamanan pangan buyer.
Bagaimana membedakan pallet HT dan fumigasi?
Lihat kode pada cap IPPC. “HT” untuk heat treatment, “MB” untuk fumigasi metil bromida.

